Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kuotasi

Sebaik-Baik Kalian

*** Suatu hari Kanjeng Nabi Muhammad ( shallallahu ’alaihi wasallam ) pernah berkata kepada sahabatnya, “ Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Di saat yang lain Rasulullah mengatakan, “Sebaik-baik di antara kamu sekalian, adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Pada lain kesempatan, Beliau mengabarkan, bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.” Saat ditanya oleh sahabatnya, tentang amalan apa yang paling baik, Beliau bersabda, “Shalatlah pada waktunya!” Dengan pertanyaan yang sama pernah juga Nabi menjawab, “Berbaktilah kepada ibumu dan ayahmu!” Namun pada kali lain, masih dengan pertanyaan yang sama pula, Beliau mengatakan, “Berjihadlah di jalan Allah!” Suatu waktu Nabi juga pernah diberi pertanyaan tentang kriteria orang yang baik, maka Beliau mengatakan, bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang orang lain selamat dari kejahatan lisan dan tangannya.” *** Mungkin yang bertanya kepada Beliau ada...

Supersemar dari Sawangan

*Surat Pengharapan Sebelas Maret* *** Teman-teman, Tinggal selangkah lagi cita-cita orangtua dan keluarga kita tercapai. Cita-cita yang digantungkan di pundak kita. Bahwa anak, suami, istri, dan saudaranya, akan sah menjadi abdi negara. Tanggung jawab menulis Rancangan Aktualisasi (RA) adalah awalan kecil. Ujian sesungguhnya bagi kita masih terbentang panjang. Puluhan tahun ke depan. Dan, ujian tersebut, jauh lebih berat berlipat-lipat daripada sekadar RA. Teman-teman, Dalam hal RA, kita hanya perlu menuliskan apa yang kita lakukan. Dan melakukan apa yang kita tuliskan. Jangan terbebani dengan pikiran takut salah, miskin ide, kehabisan inspirasi, tidak ada mood, belum ada wangsit, lagi bete. Enyahkan dari benak kita yang demikian itu. Teman-teman, Berbagai ujian dan kesulitan sudah pernah kita rasakan. Ujian SD, SMP, SMA, UMPTN, sidang skripsi, dan tentunya yang paling fenomenal bagi kita, ujian seleksi CPNS. Dan, kenyataannya, kita dapat ...

Motivasi dari Pendiri Negeri

*** Yang terpenting bagi seseorang adalah terus dan selalu mengerjakan sebaik mungkin segala sesuatu yang ia anggap benar Apa dan bagaimanapun hasil akhir dari pekerjaan itu… Serahkanlah pada Tuhan! Mungkin tercapai 100%, Mungkin setengah tercapai, Mungkin pula tidak tercapai sama sekali menurut keinginanmu… Itu tidak penting! Engkau harus yakin telah mengerjakan dengan sebaik-baiknya Dengan demikian engkau tidak menyesal Dan percayalah… bahwa keputusan Tuhan adalah terbaik untukmu (Ir. Soekarno) *) Dikutip dari Darmaningtyas, Pendidikan Rusak-Rusakan .

Sekolah

*** Sebelum penjajah tiba. Nenek moyang kita tak kenal ijazah atau gelar. Sekolah juga tidak ada. Tapi mereka belajar! Belajar segala soal. Bertani, berladang. Mengenal alat-alat penting. Semua orang: GURU! Semua tempat: SEKOLAH! Pelajar dan mahasiswa dipisahkan dari persoalan masyarakat yang sebenarnya. Mereka hanya belajar, belajar dan belajar. Padahal, ketidakadilan terus berlangsung. Mereka mengejar ijazah, sementara rakyat megap-megap cari sesuap nasi. Apa sekolah macam itu masih ada? *) Dikutip dari Roem Topatimasang dalam Sekolah itu Candu Ngaliyan, Februari 2008