Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kolom Pendidikan

Setengah Perjalanan Ilmu Pengetahuan Manusia (dari Pengetahuan Primitif ke Metafisika)

*** Manusia sering dikatakan sebagai hewan berpikir. Kenapa hewan? Menurut penulis karena dalam beberapa hal mereka memiliki  kesamaan secara fisiologi (seperti sama-sama memiliki badan, wajah, tangan, kaki, dll), kebutuhan yang sama (makan, minum, berkembang biak, bertahan hidup), dan memiliki pengetahuan terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Namun, tentu manusia jauh lebih unggul daripada hewan karena kemampuannya dalam meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya sebatas mengenal alam di sekitarnya, bahkan pengetahuan manusia mampu menembus hingga ke jagat alam semesta. Pengembangan ilmu pengetahuan ini dalam rangka menciptakan suatu budaya dan peradaban.   Dalam  sejarah hidupnya manusia harus mampu melahirkan dan menciptakan suatu peradaban yang dibangun di atas pondasi ilmu pengetahuan. Tiap sejarah manusia memiliki peradaban yang berbeda-beda sesuai dengan masanya, karena  tiap masa  hidup manusia dicirikan  dengan tingkat dan k...

Sebaik-Baik Kalian

*** Suatu hari Kanjeng Nabi Muhammad ( shallallahu ’alaihi wasallam ) pernah berkata kepada sahabatnya, “ Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Di saat yang lain Rasulullah mengatakan, “Sebaik-baik di antara kamu sekalian, adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Pada lain kesempatan, Beliau mengabarkan, bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.” Saat ditanya oleh sahabatnya, tentang amalan apa yang paling baik, Beliau bersabda, “Shalatlah pada waktunya!” Dengan pertanyaan yang sama pernah juga Nabi menjawab, “Berbaktilah kepada ibumu dan ayahmu!” Namun pada kali lain, masih dengan pertanyaan yang sama pula, Beliau mengatakan, “Berjihadlah di jalan Allah!” Suatu waktu Nabi juga pernah diberi pertanyaan tentang kriteria orang yang baik, maka Beliau mengatakan, bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang orang lain selamat dari kejahatan lisan dan tangannya.” *** Mungkin yang bertanya kepada Beliau ada...

Mempertahankan Kurikulum Langit

*** Suatu pagi, medio Juli 2016, tepat dua pekan setelah perayaan hari raya kaum muslimin, sebuah pesan instan masuk ke telepon pintar saya ( meskipun yang punya tidak pintar ). Dari “PM”, seseorang yang berdinas di Senayan sana. Kami pun saling berbalas pesan. *** Kata PM mengawali diskusi, “Mas Fauzan, apakah kurikulum agama Islam SD, SMP, dan SMA masih mengajarkan sifat duapuluh?” (“Baru saja pukul setengah sembilan, topiknya sudah berat”, batin saya) Kebetulan sekali saya sedang berhadapan dengan netbook kesayangan. Setelah berpikir sejenak, tangan saya mengarahkan mouse pointer ke sebuah folder bernama “Undang-Undang”. Segera saya cari yang relevan dengan topik yang ditanyakan oleh PM. Setelah mendapatinya, membaca sekilas, dan memahami maksudnya, lalu saya simpulkan semampunya. Untuk kemudian saya balas pertanyaannya, “Kalau dilihat di Keputusan Menteri Agama Nomor 165 Tahun 2014 masih ada mas, materi tentang sifat-sifat Allah.” Beberapa saat kemu...

STOVIA

Gambar
*** Sebuah istilah yang sudah kudengar belasan tahun lalu, sejak ibu guru sejarah menguntaikan kisah perjuangan para pelopor republik. Tempat di mana ruh-ruh perjuangan mulai ditiupkan. Tempat di mana jiwa-jiwa pemberontakan mulai diinisiasikan. Tempat di mana kecintaan terhadap negeri ditinggikan melebihi keakuan. Kini, tempatku tinggal, melepas penat, merebahkan lelah, dan menyemayamkan rindu, untuk mengabdi pada pertiwi, hanya sepelemparan batu dari tempat dimulainya kebangkitan negeri ini. *** Weltevreden, 20 Mei 2016, 22.42 WIB

Supersemar dari Sawangan

*Surat Pengharapan Sebelas Maret* *** Teman-teman, Tinggal selangkah lagi cita-cita orangtua dan keluarga kita tercapai. Cita-cita yang digantungkan di pundak kita. Bahwa anak, suami, istri, dan saudaranya, akan sah menjadi abdi negara. Tanggung jawab menulis Rancangan Aktualisasi (RA) adalah awalan kecil. Ujian sesungguhnya bagi kita masih terbentang panjang. Puluhan tahun ke depan. Dan, ujian tersebut, jauh lebih berat berlipat-lipat daripada sekadar RA. Teman-teman, Dalam hal RA, kita hanya perlu menuliskan apa yang kita lakukan. Dan melakukan apa yang kita tuliskan. Jangan terbebani dengan pikiran takut salah, miskin ide, kehabisan inspirasi, tidak ada mood, belum ada wangsit, lagi bete. Enyahkan dari benak kita yang demikian itu. Teman-teman, Berbagai ujian dan kesulitan sudah pernah kita rasakan. Ujian SD, SMP, SMA, UMPTN, sidang skripsi, dan tentunya yang paling fenomenal bagi kita, ujian seleksi CPNS. Dan, kenyataannya, kita dapat ...

Motivasi

*** Sudah hampir dua tahun terakhir ini saya tidak pernah menulis lagi. Terakhir kali saya menuangkan pemikiran ke dalam larik-larik untain kata, untuk kemudian saya posting di blog pribadi saya, kira-kira tahun 2014. Dan, baru mulai di tahun 2016 ini nafsu menulis saya kembali muncul. Alasannya sederhana mengapa saya kehilangan kemauan dan kemampuan menulis hampir dua tahun ini. Karena dua tahun terakhir ini saya sangat-sangat jarang sekali membaca buku. Padahal syarat mutlak bagi orang yang ingin menulis adalah harus mempunyai bekal terlebih dahulu. Dan, bekal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah diperoleh dari membaca buku. Bukannya tidak membaca sama sekali. Saya masih membaca, tapi jumlah bacaannya sangat-sangat menurun drastis dibanding tahun-tahun lampau. Apalagi jika yang dijadikan benchmark adalah saat-saat masih kuliah. Begitu pentingnya membaca buku bagi orang yang ingin menulis. Saya pernah membaca sebuah rumus dari seorang tokoh ( saya lupa namanya, h...

Kumpulan Makalah Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

*** Bagi rekan-rekan mahasiswa (mahasiswi juga tentunya, hehe) yang sedang menjalani pendidikan dalam Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan sedang membutuhkan referensi untuk penulisan makalah, atau siapa saja di belahan bumi manapun, berikut ini saya bagikan secara cuma-cuma makalah-makalah yang pernah saya susun ketika menempuh strata 1 di Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang. Silakan langsung klik judul makalah-makalah berikut untuk mengunduhnya. Semoga bermanfaat. *** Bahasa Arab Masdar (Pengertian dan Pembahasan) Fiqh Haji dan Umrah Rahn (Gadai) dan Dhaman (Jaminan) Hadits Tarbawi Hadits tentang Kasih Sayang Hadits tentang Metode Pendidikan dan Pengajaran Ilmu Alamiah Dasar IPA, Teknologi dan Kelangsungan Hidup (Usaha Mencari SumberDaya Alam Non-Konvensional, sebagai Upaya Manusia dalam Melestarikan Hidupnya) Pengaruh Pembangunan BSB di Daerah Mijen Terhadap Lingkungan Sekitarnya Islam d...

Keluarga sebagai Akar Peradaban

(Upaya Mengokohkan Kembali Peran Keluarga untuk Membendung Pengaruh Serbuan Ghazwul Fikri) *** Wahai orang-orang yang beriman,  jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.  (QS. At-Tahrim: 6) *** Tujuh miliar manusia yang kini tinggal di kolong langit ini pada awalnya hanya dimulai oleh sebuah keluarga kecil ribuan tahun yang lalu: keluarga Nabi Adam ‘alaihissalam. Bersama Ibunda Hawa, Nabi Adam menyingsingkan lengan baju, berniat memakmurkan bumi, membangun peradaban umat manusia sebagai bentuk taubatan nasuha, atau dalam lain perkataan, suatu “pertanggungjawaban moral” atas sebuah pelanggaran terhadap batas syari’at yang telah dilakukannya di tanah surga. Sekaligus sebagai perwujudan rasa syukur atas pengampunan yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada mereka berdua. Sebesar dan sekompleks apapun suatu peradaban, pada awalnya dibangun oleh individu-individu. Melalui individu-individu inilah akan menentukan nilai-nilai yang mendasa...

Neraka di Bawah Telapak Kaki Ibu

*** Kalau selama ini kita hanya dicekoki dengan kalimat “ al-jannatu tahta aqdam al-ummahat ”, kali ini kita harus memahami istilah itu dengan sebaliknya. Bukan apa-apa. Ini semata-mata demi keadilan itu sendiri. Apa salahnya menegasikan suatu istilah demi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Judul di atas sebenarnya saya kutip dari salah satu artikel dalam buku Tuhan Tidak Perlu Dibela yang ditulis oleh almarhum Gus Dur. Dalam tulisan tersebut Gus Dur menyatakan bahwa kalau seorang ibu tidak mampu menjalankan fungsi asah-asih-asuh dengan baik dan benar, maka seorang ibu dapat menjadi pengantar anaknya ke neraka. Untuk para ibu dan calon ibu jangan berburuk sangka dan berkecil hati dulu. Istilah “ibu” yang digunakan Gus Dur tidak saja menunjuk pengertian biologis semata yaitu “seseorang yang melahirkan” saja, tetapi “ibu” yang dimaksud Gus Dur bisa bermakna lebih luas lagi, yaitu pemerintah, masyarakat serta lingkungan. *** Segaran, 25 Februari 2011

Bagaimana Cara Mereka Belajar?

*** Literatur sejarah mendokumentasikan dengan baik perjalanan kehidupan para ilmuwan terdahulu. Satu hal yang patut dicermati adalah kemampuan ilmuwan-ilmuwan tersebut dalam menguasai suatu bidang keilmuan. Tidak hanya satu bidang, rata-rata ilmuwan-ilmuwan salaf tersebut mempunyai kompetensi dalam beberapa bidang sekaligus. Kompetensi multidisipliner tersebut tidak hanya mereka kuasai menggunakan kaidah “banyak tapi sedikit”, alias mengetahui banyak hal meskipun tidak komprehensif. Namun, mereka menguasai banyak hal sekaligus. Mereka bukanlah generalis. Mereka adalah spesialis dalam banyak bidang. Bukan hanya spesialis dalam satu bidang. Inilah yang menjadi pertanyaan orang-orang masa kini. Dengan teknologi, fasilitas, dan iklim pengetahuan yang jauh jika dibandingkan dengan saat ini, kita jadi bertanya-tanya, “Bagaimana cara mereka belajar?” Saat ini pun, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, rasanya sulit untuk menemui orang-orang dengan kemampuan sep...