Gunungtawang (Jilid 7)
*** Fatia yang mengirimiku kabar itu. “Mas, Bapak dirawat di rumah sakit,” hanya enam kata isi pesan singkatnya yang masuk ke telepon selulerku semalam. “Kenapa Arin tidak mengabariku,” selidik hati kecilku. Tanpa panjang pikir, yang nantinya akan berburuk sangka, aku langsung bergegas menyiapkan diri. Rencana esok hari aku akan pulang kampung. Semoga selamat sampai tujuan. *** Sang waktu segera menuju pukul tujuh pagi ketika aku mencium tangan ibu untuk pamit. Perjalanan ini sengaja kutempuh sendirian. “Aku besok baru bisa nyusul ke sana, Zan,” jawab Farid ketika kuajak berangkat bareng. “Masih ada pekerjaan yang harus selesai hari ini juga,” pungkasnya memastikan. “Okelah. Yang penting sama-sama sampai dengan selamat . Kutunggu di sana… , ” a ku memaklumi . *** Sejak bakda subuh tadi sengaja kuminta izin ayah untuk meminjam motornya. Sekaligus kuutarakan niatku untuk pergi ke kampung. Maklum, untuk perjalanan luar kota, aku tidak tega un...