Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai untuk Negeri

Setengah Perjalanan Ilmu Pengetahuan Manusia (dari Pengetahuan Primitif ke Metafisika)

*** Manusia sering dikatakan sebagai hewan berpikir. Kenapa hewan? Menurut penulis karena dalam beberapa hal mereka memiliki  kesamaan secara fisiologi (seperti sama-sama memiliki badan, wajah, tangan, kaki, dll), kebutuhan yang sama (makan, minum, berkembang biak, bertahan hidup), dan memiliki pengetahuan terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Namun, tentu manusia jauh lebih unggul daripada hewan karena kemampuannya dalam meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya sebatas mengenal alam di sekitarnya, bahkan pengetahuan manusia mampu menembus hingga ke jagat alam semesta. Pengembangan ilmu pengetahuan ini dalam rangka menciptakan suatu budaya dan peradaban.   Dalam  sejarah hidupnya manusia harus mampu melahirkan dan menciptakan suatu peradaban yang dibangun di atas pondasi ilmu pengetahuan. Tiap sejarah manusia memiliki peradaban yang berbeda-beda sesuai dengan masanya, karena  tiap masa  hidup manusia dicirikan  dengan tingkat dan k...

Orang-Orang Luar Biasa

*** Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. at-Tin [95]: 4) *** Bagaimana caranya menghasilkan melodi dari sebuah gitar tanpa menggunakan bantuan jari-jemari? Sementara di tubuh gitar terdapat enam dawai dan sembilanbelas fret yang harus dijelajahi oleh jari sebelah tangan; sedangkan jari tangan satunya lagi musti pandai memetik senar-senar di atas lubang resonansi untuk menghasilkan nada yang pas. Bagaimana teknik mengemudikan mobil hanya dengan menggunakan dua kaki? Sementara selain kemudi juga ada tuas persneling dan rem tangan, pijakan kopling dan rem, serta pedal gas, yang tentunya membutuhkan koordinasi dari sekian indera, di samping kematangan jiwa yang prima, serta fisik yang waskita.  Bagaimana memotret dengan sebuah kamera single lens reflex tanpa mengandalkan pergelangan tangan? Sementara di penampang gawai “alat penangkap momentum” itu terdapat lensa putar manual dan sekian tombol, yang meskipun kecil dari segi ukuran, namun memil...

Pak JK, Penerjemah Raja Salman, dan Saya

Gambar
*** Konon, hari ini katanya adalah Jumat Agung. Sebagian orang sedang berada dalam siklus perayaan Paskah. Dari sanalah istilah Telur Paskah itu berasal. Menilik sejarahnya, tradisi Paskah adalah luapan rasa syukur terhadap datangnya musim semi. Meninggalkan musim dingin yang telah berlalu. Semakna dengan akan dimulainya musim menanam. Menanam benih-benih kehidupan baru. Telur adalah perlambang kehidupan. Sebutir telur, sekecil apapun bulatannya, berasal dari spesies apapun ia, mengandung intisari yang lengkap dari sebuah kehidupan. Sebuah kehidupan baru. *** Baginda Nabi Muhammad ( shallallahu ’alaihi wasallam ) menggelari hari keenam sebagai Sayyidul Ayyam, yang bermakna Penghulu Semua Hari. Tersebab itulah, Penutup Para Nabi dan Rasul itu mensyariatkan sebuah sembahyang khusus dengan rukun-rukun tertentu pada siang tengah hari tersebut. Hal ini menandakan bahwa hari Jum’at memiliki keistimewaan dibandingkan hari-hari lainnya. Istimewa dalam hal apapun. Saya kira...

Siang Seberang Istana

*** “Bapak... besok kalau sudah besar, aku duduk di sana ya...” Kalimat polos bernada permintaan tersebut meluncur dari bibir seorang anak kecil. Si Bapak, lelaki paruh baya yang berdiri tepat di sebelahku, mengiyakan saja ucapan anak yang sedang dipanggul di pundaknya itu. Anak kecil itu melangitkan kalimat doa tersebut sambil mengarahkan telunjuknya ke deretan kursi di tribun depan istana. Sempat kudengar nasehat tentang pentingnya rajin belajar keluar dari lisan lelaki itu. Sebuah nasehat yang dimaksudkan kepada putri mungilnya, tetapi juga menyergap gendang telingaku. *** “Detik-Detik Proklamasi....” Suara khas pembawa acara yang sudah berulang kali kudengar selama belasan tahun melalui televisi itu menggema keluar dari beberapa kotak pengeras suara, ketika Istana Merdeka kurang dari seratus meter lagi terjangkau oleh kaki ini. Spontan kulihat jam tangan. Tepat lewat sepuluh menit dari pukul sepuluh. “Habis ini pasti...,” belum selesai aku menggumam, raungan ...

Menelusuri Jejak Bung Karno: Bandung (1)

Gambar
*** Bandung adalah salah satu kota dengan kisah historis yang menyisakan romantika dan kenangan mendalam bagi perjuangan kemerdekaan negeri ini. Selain peristiwa Bandung Lautan Api yang heroik dan menyejarah, ada beberapa hal tentang kota simbol tatar Pasundan ini, yang akan selalu diingat oleh bangsa Indonesia. *** Soekarno adalah salah satu simbol representasi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau menggeluti pendidikan sarjana bidang teknik ilmu bangunan, jalan, dan air di Kota Kembang, di sebuah perguruan tinggi yang sekarang tersohor dengan nama Institut Teknologi Bandung. Di ibukota bumi Priangan ini pula, selama setahun, beliau harus merasakan dinginnya jeruji besi serta senyapnya dinding dan lantai hotel prodeo karena menggugat kolonialisme. Sejarah mencatat Penjara Banceuy dan Sukamiskin pernah menjadi tempat untuk mengurung dan membatasi bakat besar yang dipunyai oleh si bung. Dari kota ini pula, pada pertengahan abad XX, Bung Karno mampu menggandeng ne...

Di Tengah-Tengah Nusantara

Gambar
*** Ambillah peta Indonesia. Bagilah gugusan kepulauan Nusantara tersebut dengan garis-garis imajiner yang membelah sama panjang dari utara ke selatan, lalu timur ke barat. Maka akan dijumpai daerah yang ditunjukkan sebagai Selat Makassar. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur berada di sebelah barat dari selat tersebut. Sedangkan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan di sebelah timurnya. Sehingga tidaklah salah jika wilayah-wilayah tersebut dalam pembagian waktu dimasukkan pada Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), yang berarti waktu di sana lebih cepat satu jam daripada di Serambi Makkah, dan lebih lambat satu jam dibanding di Bumi Cendrawasih. Karena hal inilah, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa daerah-daerah tersebut terletak hampir di tengah-tengah Nusantara. Kemudian saya teringat pelajaran sejarah. Tentang rencana RI-1 kala itu, Ir. Soekarno, yang sudah merencanakan pemindahan ibukota negara ke Palangka Raya. Menurut beliau wilayah Kalimantan relatif aman dari benca...