STOVIA



***

Sebuah istilah yang sudah kudengar belasan tahun lalu, sejak ibu guru sejarah menguntaikan kisah perjuangan para pelopor republik.

Tempat di mana ruh-ruh perjuangan mulai ditiupkan.

Tempat di mana jiwa-jiwa pemberontakan mulai diinisiasikan.

Tempat di mana kecintaan terhadap negeri ditinggikan melebihi keakuan.

Kini, tempatku tinggal, melepas penat, merebahkan lelah, dan menyemayamkan rindu, untuk mengabdi pada pertiwi, hanya sepelemparan batu dari tempat dimulainya kebangkitan negeri ini.

***

Weltevreden, 20 Mei 2016, 22.42 WIB

Postingan Populer

Alas Tidur Nabi

Akhbaruz Zaman

Keluarga sebagai Akar Peradaban

Repot*)

Menggabungkan Beberapa File PDF Menjadi Satu

Gunungtawang (Jilid 7)

Segalanya Akan Kembali Kepada-NYA

Menelusuri Jejak Bung Karno: Bandung (1)

Kesimpulan Uqudullujain

Siklus 700 Tahun